Awas UU ITE. Kontu: Jangan Sembarang Mengupload Status dan Komentar

0
329
Erwin Kontu SH.

MANADO- Keberadaan perangkat digital (smartphone) dan kemudahan dalam mengakses internet, membuat berbagai kalangan masyarakat dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah. Penyebaran informasi pada saat ini tidak bisa dipisahkan dari semakin eksisnya penggunaan media sosial (medsos).

Semakin mudahnya mendapatkan atau berbagi informasi melalui medsos menjadikan setiap pengguna bisa mengakses dan berinteraksi untuk segala informasi, baik informasi yang benar maupun informasi tak benar (hoax).

Namun sayangnya, kemajuan tekhnologi saat ini acap kali dipakai sebagai sarana untuk menyebarkan informasi palsu (hoax), mengancam atau menakut nakuti, menghujat atau bahkan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu.

Menurut Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Manado Erwin Kontu SH, disadari atau pun tidak, penyebaran informasi palsu, menghujat atau bahkan mengajak pihak lain untuk ikut menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan lewat medsos bisa berakibat fatal.

“Bijaklah dalam penggunaan medsos, baik mengupload status, informasi ataupun berkomentar. Jika tidak berhati hati dalam menjaga ucapan dan komentar, bisa bisa berakhir pada tuntutan hukum dari pihak lain yang merasa dirugikan,” ujar Kontu sambil mengutip Undang Undang RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, serta Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008.

Lanjut Kontu, sebagai contoh pada Pasal 45 pada UU RI no 19 tahun 2016, jelas jelas disitu disebutkan hal hal mengenai penyalahgunaan medsos yang dijadikan sarana untuk berbagai hal yang telah disebutkan diatas, akan ada ganjaran hukumnya.

“Bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar rupiah. Jadi, berhati hatilah di dalam menggunakan media sosial,” pesan kadis yang dikenal dekat dengan awak media ini.

Untuk diketahui dalam Undang Undang RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 Pasal 45 berbunyi:

  1. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (ll) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  3. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
  4. Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/ atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/ atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal27 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  5. Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan delik aduan.

Jadi, berhati hatilah saat ‘meluncur’ di dunia cyber jika tak ingin berhadapan dengan hukum.

(Budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here