Olly Dondokambey.
Olly Dondokambey.

Gubernur Olly Ikut Bahas PP Tentang Provinsi Berciri Kepulauan

SULUT- Semakin majunya pembangunan di Sulawesi Utara tentunya berdampak baik bagi nama Sulut di kancah nasional bahkan Internasional. Sekali lagi, Sulawesi Utara mendapat perhatian khusus yang layak diapresiasi semua pihak.

Pasalnya, sebagai pemimpin di provinsi berciri kepulauan itu, Gubernur Olly Dondokambey, SE diundang oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk ikut membahas kerangka perubahan rancangan Peraturan Pemerintah (PP) menjadi PP tentang provinsi berciri kepulauan, pada Selasa besok (12/9/2017) siang.

Nantinya pada pertemuan itu akan membahas isu-isu krusial dan penguatan regulasi pengelolaan provinsi kepulauan. Jika telah disahkan akan secara spesifik mengatur tentang prioritas pembangunan di wilayah kepulauan.

Berdasarkan jadwal, selain ikut membahas PP Provinsi berciri kepulauan, Olly juga akan mengikuti workshop potret masa depan provinsi kepulauan di Indonesia pada Rabu (13/9/2017) pagi.

Dalam workshop itu akan membahas sejumlah hal penting tentang provinsi berciri kepulauan, yaitu, perkembangan dan pembangunan berkelanjutan provinsi berciri kepulauan, kebijakan pemerintah NKRI untuk provinsi berciri kepulauan, alokasi dana untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, efektifitas dan efisiensi tata kelola pemerintahan, strategi pemanfaatan dan pelestarian Sumber Daya Alam (SDA) untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan pulau-pulau berkelanjutan.

Pada workshop itu juga akan disampaikan juga paparan dari delapan tim kerja tentang harapan dan tantangan pembangunan provinsi berciri kepulauan. Kedelapan tim kerja tersebut, adalah Sulawesi Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara.

Adapun narasumber pada workshop itu diantaranya, Rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro.

Diharapkan hal ini dapat menambah kebanggaan masyarakat Sulut secara umum dan dapat menjadi titik tolak semangat dalam pembangunan di Sulut secara umum.

(Ferdian)