Suasana Haru Iringi Perayaan Idul Adha di Lapas Klas IIA Manado

0
114

MANADO- Idul Adha yang juga lebih sering disebut hari raya Qurban bagi umat Islam memang syarat akan makna. Berbeda dengan umat Islam yang merayakan bersama keluarga yang penuh kebahagiaan, Perayaan Iduh Adha (1/9/2017) pagi ini di Lapas klas IIA Manado berlangsung diirngi haru dari para warga binaan (Napi).

Walaupun awalnya sempat turun hujan rintik rintik namun tidak menyurutkan niat para jemaah untuk masuk ke lapangan meluruskan saf sholat. Selanjutnya sholat dipimpin Imam Ust Raney Masee, terlihat para jemaah baik para Napi maupun beberapa anggota keluarga yang hadir terlihat khusyuk saat melaksanakan sholat Ied ini.

Dalam Khutbah Drs H Samsudin Dali menyampaikan bahwa di bulan Djulhizah ini adalah pelaksanaan ibadah haji dengan menggunakan pakaian putih yang melambangkan begitupun kita ketika dimakamkan nanti hanya membawa kain kafan berwarna putih.

Khotbah dan disampaikan oleh H Samsudin yang menggugah ini juga membuat para jemaah tersentuh hatinya, terlihat beberapa warga binaan/Napi bahkan ada yang meneteskan airmata.

“Dalam berqurban mengandung nilai keihklasan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dimana merupakan wujud kecintaan hanya kepada Allah SWT. Maka hal ini bukan mendidik manusia menjadi keras dengan membunuh. Sebagai umat Islam maka kita harus senantiasa rela dan ikhlas untuk mengorbankan hidup dan mati kita kepada Allah dengan menyembelih segala sifat sifat kebinatangan atau cinta duniawi,” ungkap H Samsudin yang juga meneteskan air matanya.

Lebih lanjut Khatib juga mengingatkan untuk Cinta dunia seperti Cinta harta, jabatan dan wanita itu adalah bagian dari cinta dunia yang harus kita tinggalkan. Sehingga cinta kita tidak boleh berlebihan pada dunia yang dapat menimbulkan ujub dan takabur.

“Dalam menghikmahi ibadah Qurban ini bukan hanya secara fiqih namun secara ilmu sosiologi yakni merupakan kepedulian sosial disini akan memotivasi peran agama dalam kehidupan makhluk sosial yang harus saling berbagi,” lanjut khatib

Setelah solat Idul Adha selesai para warga binaan saling bersalaman dan bermaaf maafan. Bagi yang memiliki sanak keluarga diperbolehkan menerima kunjungan keluarga. Dan bagi yang tidak ada keluarga melaksanakan makan snack bersama sama.

“Kami merasa sedih dan terharu saat mendengar takbir yang berkumandang, dimana sebelumnya kami dapat bersama keluarga namun untuk saat ini kami bersama rekan rekan sesama Napi, namun kami masih bersyukur karena masih diberi kesempatan bertobat,” ungkap salah seorang Napi warga binaan Lapas klas IIA Manado yang enggan identitasnya disebutkan.

Dibalik kebahagiaan kita tentunya masih ada orang lain yang masih membutuhkan perhatian kita. Jangan merasa kita yang paling kurang karena Tuhan masih memberikan hidup kepada kita untuk selalu berbuat kebaikan. Mari selalu bersyukur atas apa yang kita dapatkan saat ini.

(Ferdian)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here