Sub Regional Meeting FTF Hasilkan Kesepakatan

0
74

MANADO- Sub Regional Meeting on Foreign Terrorism Fighter (FTF) and Cross Border Terorism (CBT) merupakan konferensi Tingkat Tinggi yang diselenggarakan oleh Indonesia khususnya Kemenkopolhukam dan didukung oleh Australia sebagai penggagasnya.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Menkopolhukam RI, Jendral TNI Purn Wiranto dihadiri oleh 5 negara tetangga yaitu Australia, Malaysia, Brunei Darusalam, Filiphina dan Selandia Baru.

Dalam pertemuan ini dilaksanakan beberapa agenda utama yaitu mengenai perkembangan foreign terorism fighter, pelanggaran teroris lintas perbatasan di sub kawasan, upaya peningkatan kerjasama di tingkat domestik dan kawasan terkait Counter Violent Extrimism dan deradikalisasi serta dengan upaya penguatan kerangka hukum dan kerjasama hukum.

Jendral Purn Wiranto juga menyampaikan bahwa pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut pertemuan internasional penanggulangan Terorisme pada Agustus 2016 di Bali Indonesia.

“Secara garis besar pertemuan menyepakati pentingnya kerjasama dengan masyarakat madani, penguatan peran perempuan, pentingnya pendidikan, pembangunan ekonomi, pengelolaan penjara/Lapas, peningkatan program deradikalisasi, penyusunan narasi untuk menanggulangi propaganda dari kelompok terorisme sebagai upaya menanggulangi akar permasalahan radikalisme yang mengarah pada ekstrimisme dan terorisme,” lanjut mantan Panglima TNI ini.

Beberapa langkah yang disepakati antara lain pembentukan forum terkait Foreign Terorism Fighter (pejuang teroris asing) dalam rangka information sharing dan kerjasama antar penegak hukum dan intelijen, dorongan  kerjasama diantara 6 negara dengan perusahaan media sosial, video sharing dan messaging,  studi komparatif hukum terkait terorisme yang berlaku di masing masing negara, penguatan kerjasama antara lembaga untuk penanggulangan kegiatan pendanaan kegiatan terorisme, peningkatan kerjasama antara imigrasi dalam rangka pengawasan perbatsan terpadu.

Selanjutnya Senator The Hon George Brandis QS, Attorney General, menyampaikan terkait Peningkatan kerjasama terhadap pengaruh terorisme di Asia Tenggara harus dilakukan.

“Kita bekerja bersama untuk menghasilkan kerja sama terkait isu terkini yaitu terorism fighter and cross border terorism in Marawi,” lanjut George.

Dalam pertemuan ini belum ada rencana aksi konkrit dengan melakukan penyerangan teroris di Marawi Filiphina yang akan dijadikan basis militan ISIS itu.

“Nantinya akan ada pertemuan lanjutan yang akan menetukan langkah lebih lanjut berupa aksi yang konkrit,” ungkap Jendral Wiranto.

Pertemuan yang diselenggarakan ini telah disepakati bersama ke 6 negara untuk pertemuan Sub Regional berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2018 mendatang.

(ferdian)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here