Alasan Takut Dengan Ancaman Pedagang, Dirops Syafii Tolak Perintah Dirut

0
660
Didi Syafii (Kiri) dan Ferry Keintjem (Kanan).

MANADO – Adanya perbedaan pendapat soal jadwal penataan/penertiban 22 pedagang (14 lapak pedagang Barito dan 8 pedagang ikan) di Pasar Bersehati yang akan dilakukan Jumat (7/7/2017) siang ini.

Direktur Operasi (Dirops) PD Pasar Manado, yang dibeberi wewenang untuk memimpin penertiban ini menolak pelaksanaan penertiban dilakukan Jumat ini. Syafii beralasan jika dipaksakan untuk melaksanakan penertiban pada hari ini, berpotensi untuk terjadinya kericuhan.

“Saya tadi sudah diskusi dengan Direktur Utama PD. Pasar, Fery Keintjem dan saya katakan tindakkan penertiban sudah diputuskan Sabtu (08/07/2017) besok, tapi Dirut tetap bersikukuh harus dilaksanakan hari ini,” ungkap Syafi melalui ponselnya, Kamis (06/07/2017) malam.

Syafii mengatakan, dirinya sudah menjelaskan ke Dirut, jika tetap dilakukan Jumat, berpotensi terjadi ricuh.

“Akan berpotensi besar terjadinya kericuhan. Dan saya takutkan karena adanya ancaman berjihad dari kelompok pedagang apabila rencana ini tetap dilaksanakan pada hari ini (Jumat),” tegas Syafii.

Sesuai rencana, tindakan penertiban awalnya dijadwalkan pada Rabu (5/7/2017) siang kemarin. Akan tetapi Dirops Didi Syafii mengambil keputusan untuk menunda hingga Sabtu (8/7/2017) dengan alasan belum terpenuhinya syarat penertiban karena belum lengkapnya surat pemberitahuan, dan juga demi alasan kemanusiaan.

Namun diperoleh informasi, Dirut PD. Pasar, Fery Keintjem, SE, Ak tetap akan melakukan penertiban dan penataan terhadap pedagang pada Jumat (07/07/2017) pukul 14.00 Wita siang tadi.

Saat berita ini ditayangkan, tampak persiapan tim penertiban yang dipimpin langsung oleh Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Hendra Zoenardji dan didampingi oleh beberapa Kepala Bagian telah bersiap dilokasi tempat dilaksanakan penertiban.

(Budi)

 

iklan-andy.jpg iklan-andy.jpg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here