Atasi Kemacetan, Dishub Manado Prakarsai Pertemuan Dengan Forum Lalu Lintas dan Ketua Basis

0
146
Pertemuan para ketua Basis, Forum lalu lintas dan akademisi yang diprakarsai Dishub Manado untuk mencari solusi mengatasi kemacetan di Manado.

MANADO – Persoalan kemacetan lalu lintas di Kota Manado sudah sampai ketitik puncaknya. Ibarat penyakit sudah masuk ke level kronis dan butuh penanganan yang betul betul intensif.

Demi mencari solusi terbaik mengenai cara mengatasi kemacetan di Kota Manado, Rabu (19/4/2017) sore tadi, para Ketua Basis Angkutan Kota (Angkot) se kota Manado bersama Forum Lalu Lintas, pemerhati masalah transportasi, akademisi serta Dinas Perhubungan Kota Manado sebagai pemrakarsa pertemuan ini duduk semeja dan bersepakat mendukung Pemerintah kota Manado dalam mengatasi masalah kemacetan lalulintas jalan.

Kesamaan persepsi soal kemacetan lalu lintas di Kota Manado sangat merugikan semua pihak, baik para sopir, pemilik angkot, pengguna angkot, pemakai jalan dan juga pengatur lalu lintas jalan sehingga pertemuan ini diadakan untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi kemacetan.

Ketua Kerukunan Basis se Kota Manado yang juga Ketua Basis Teling, Semuel Lanombuka menyampaikan, bahwa kemacetan di Kota Manado juga berdampak pada pendapatan para sopir. Ini sebenarnya telah disadari oleh para sopir bahwa pendapatan mereka semakin menurun sehingga butuh solusi terbaik.

IMG_20170419_215429

“Kami sadar, kemacetan lalu lintas yang terjadi sangat tidak menguntungkan para supir, dan juga masyarakat pengguna jasa angkot. Berangkat dari masalah itu, kami mendukung langkah-langkah yang diambil pemkot Manado, akan tapi dengan tidak mengeyampingkan nasib para sopir  ,” ungkap Lanombuka seraya berharap agar langkah yang diambil pemkot turut juga memperhatikan kelayakan dan kondisi kendaraan angkot.

Pernyataan Lanombuka juga didukung oleh rekannya para ketua basis, agar langkah yang diambil nantinya turut juga memperhatikan kondisi angkot dan terutama pendapatan para supir.

“Dengan volume kendaraan yang sudah tidak seimbang, mempengaruhi pendapatan supir. Sementara kemacetan juga menambah pengeluaran para supir, karena bahan bakar minyak terbuang sia-sia karena macet,” ungkap Ketua Basis Banjer, Mustaqim Maronrong.

Sebelumnya di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) kota Manado, sudah pernah ada pertemuan yang sama beberapa waktu yang lalu dan sempat tercuat beberapa solusi.

Beberapa Ketua Basis, perwakilan supir, Organda, Jasa Raharja, Satlantas Polresta Manado, para pengusaha angkot dan Dishub kota Manado sendiri, sempat menawarkan beberapa solusi yang memiliki kesamaan konsep, salah satu ide yang memiliki kemiripan yakni sistem pembagian waktu operasional angkot.

Dengan sistem pembagian ini, jumlah angkot yang beroperasional setiap harinya mampu diseimbangkan dengan jumlah penumpang yang berimbas pada naiknya pendapatan supir.

Pihak Forum Lalulintas sendiri yang dihadiri Kompol Roy Tambajong, berpendapat, jika sistem pembagian waktu operasional angkot ini diterapkan, perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu.

“Sistem ini kami pandang sangat baik, tapi sebelum ini di patenkan, perlu dilakukan uji coba dalam jangka waktu tertentu, kemudian di evaluasi,” jelas mantan Kasat Lantas Polresta Manado ini.

Siatem pembagian waktu operasional ini diharapkan juga bisa mengurangi jumlah titik kemacetan, yang secara otomatis juga menekan biaya BBM, dan kendaraan angkot juga bisa terawat dengan baik.

“Secara kesehatan, supir juga bisa tetap menjaga staminanya dengan baik karena diselingi dengan satu hari libur,” timpalnya.

Dilanjutkannya, jika nantinya diterapkan, berarti memberikan waktu ke supir untuk melakukan perawatan terhadap armadanya, sehingga kondisi mesin kendaraan tetap terjaga dan awet. Supir juga bisa memenuhi kelengkapan surat-surat kenderaannya dan pendapatan juga bisa meningkat.

“Kalau setelah di evaluasi dan dipandang hasilnya baik, selanjutnya bisa dibuatkan peraturan daerah (Perda) nya,” pesan Tambajong.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Manado M. Sofyan mengapresiasi pertemuan ini dan berterimakasih atas dukungan yang telah diberikan para supir melalui para Ketua Basis.

“Apa yang diharapkan para supir juga akan kami analisa dan akan kami laporkan ke pak Walikota dam Wakil. Sistem pembagian waktu operasional kenderaan ini akan kami buatkan konsep dan menganalisanya,” jelas Sofyan.

Ditambahkannya, dan tentu saja langkah-langkah yang diambil pemkot Manado akan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, termasuk didalamnya para supir angkot dan penumpang, tanpa mengenyampingkan peraturan dan Undang-undang yang ada.

“Sistem pembagian waktu operasional kendaraan ini akan kami coba dalam 2 atau 3 bulan kedepan, sambil dievaluasi dan dipelajari, sebelum nantinya dipatenkan,” tutup Sofyan seraya menjelaskan juga, jika nantinya sistem yang diusulkan ini berjalan dengan baik, maka akan dibuatkan Perdanya.

(budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here