Fokus Pengembangan, Diskop-UKM Kunjungi Dapur Produksi UKM

0
120
Theddy Lasut

MANADO – Sektor usaha kecil dan menengah di Kota Manado masih tertinggal jauh dengan daerah daerah lain di Indonesia. Sebut saja Kota Denpasar, Bali. Dimana sektor UKM bisa menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar di Bali sesudah sektor pariwisata.

Belajar dari Bali dan beberapa daerah di Indonesia soal pengembangan UKM, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop-UKM) Kota Manado mulai fokuskan pengembangan sektor Usaha Kecil dan Menengah di kota Manado.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Manado DR. Ir. Theddy S.S. Lasut, MAP saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/04/2017) sore tadi mengungkapkan bahwa sektor UKM menjadi prioritas pengembangan dan akan mendapat perhatian khusus.

“Saat ini, sektor UKM ini menjadi fokus pengembangan kami. Karena selama ini, sektor UKM bukan tidak diperhatikan, tapi belum mendapat pendampingan secara khusus,” jelas Lasut.

Dilanjutkannya, membahas persoalan UKM, bukan saja soal menciptakan produk yang berkualitas, akan tetapi seberapa tinggi daya jual produk tersebut sehingga bisa menjadi produk unggulan.

“Kegiatan pembinaan dan pemberdayaan UKM jangan hanya berbicara tentang penciptaan produk berkualitas, kita juga harus menciptakan pasar untuk produk itu sendiri. Barang yang bagus pun kalau tak dicari pasarnya, tetap hanya akan jadi pajangan di etalase,” ujar Doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta ini.

Bicara pengembangan, menurut mantan Kepala BKD kota Tomohon tahun 2004-2005 ini, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus melakukan koordinasi dengan Dinas terkait lainnya.

“Untuk pengembangan, kami tidak bisa bekerja sendiri, yah harus cerdas. Karena ini sudah menyangkut modal dan pasar,” ungkap birokrat senior yang memiliki usaha bunga potong di kota Tomohon.

Bicara pasar, kami tetap koordinasi dengan dinas perindustrian dan perdagangan, untuk modal, selain bank kami juga berkoordinasi dengan Dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PM-PTSP), tambahnya.

Lasut mengakui, sejak dipercaya Walikota dan Wakil Walikota Manado menjadi Plt. Kadiskop-UKM, Ia dan stafnya sering turun langsung ke lapangan mengunjungi para pelaku UKM yang ada di kota Manado.

“Saya dan staf turun langsung melihat ke lokasi dapur produksi mereka. Kita data, kita lihat kontiniutas produksi mereka, untuk selanjutnya kita support usaha mereka, baik dengan pembinaan, pemberdayaan dan selanjutnya kita dukung pengembangannya,” jelasnya.
Kami di dinas sudah susun programnya, dan jika sudah rampung dengan kajiannya, akan dilaporkan ke Walikota, katanya.

Selain di pusat-pusat perbelanjaan ternama yang ada di kota Manado, kami sedang mengkaji untuk membuat sebuah pusat perdagangan buat para pelaku UKM ini, terangnya lagi.

“Tempat itu nantinya bisa menjadi sentra perdagangan dari produk-produk yang dihasilkan para pelaku UKM ini. Jadi jika wisatawan berkunjung ke Manado, mau mencari souvenir atau pernak-pernik khas Manado, tinggal datang ke tempat itu. Kita lihat dulu, jika Walikota mengizinkan untuk di dirikan di lahan 16% milik Pemkot yang ada di berikan para pengembang kawasan bisnis,” ungkapnya lagi sambil memperlihatkan beberapa produk yang dihasilkan para pelaku UKM, diantaranya abon cakalang, souvenir gantungan kunci dari bambu, asbak rokok dari kayu kelapa dan masih banyak lagi hasil turun lapangannya.

Khusus untuk sentra perdagangan produk UKM tadi, Lasut mengatakan pihaknya juga akan bersinergi dengan Dinas Pariwisata kota Manado.

“Perlu juga diketahui, dari sektor UKM ini telah melahirkan banyak entrepreneur. Tentu ini semakin membuka lapangan kerja yang luas dan sudah tentu juga dari produk yang dihasilkan, menjadi sumber pemasukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) kota Manado,” kuncinya.

(budi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here