Taramen: Meski ‘HOAX’, Tetap Tingkatkan Pengawasan ke Anak

0
71
Hetty Taramen, SE

MANADO – Beredarnya informasi mengenaikan penculikan anak guna diambil organ tubuhnya untuk dijual dengan harga yang fantastis yang pernah ditayangkan disebuah media cetak di Manado menimbulkan keresahan warga.Hal tersebut ternyata tak lepas dari perhatian Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Plt Kadis PPA) kota Manado, Hetty Taramen, SE.

Saat ditemui sulutaktual.com di ruang kerjanya di Kantor Dinas PPA, Kamis (23/3/2017), Taramen sangat menyesalkan beredarnya informasi mengenai adanya penculikan anak untuk dijual organ tubuhnya yang ditayangkan oleh media cetak tersebut.

Menurut Taramen, informasi yang ditayangkan media tersebut sama sekali tidak berdasar dan tidak memberi pendidikan yang baik ke masyarakat.

“Hal ini sangatlah disayangkan. Pemberitaan yang belum jelas tanpa didasari dengan fakta dan sumbernya. Secara sadar atau pun tidak, isi pemberitaan sudah menimbulkan keresahan di masyarakat,” ungkap Taramen.

Terkait dengan isu tersebut, dirinya langsung melakukan koordinasi dengan Kasat Reskrim Polresta Manado, dan mendapatkan bantahan langsung dari pihak Kepolisian terkait masalah penculikan ini. Namun, sekalipun demikian, Taramen mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengambil sisi positif dari pemberitaan tersebut, yakni lebih meningkatkan pengwasan terhadap anak.

“Pihak Kepolisian Resort kota Manado melalui Kasat Reskrimnya sudah membantah dan menyatakan hanya hoax. Akan tetapi, masyarakat harus tetap waspada. Tetap awasi anak-anak saat bermain dan saat berada di lingkungan sekolah. Perhatikan orang-orang baru yang hadir di lingkungan kita, tak perlu bertindak anarkis,” imbau Taramen seraya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke kelurahan untuk memberi imbauan ke kepala lingkungan.

Taramen juga mengungkapkan, untuk meneduhkan keresahan masyarakat, Dinas yang di pimpinnya langsung turun ke sekolah-sekolah memberi himbauan dan informasi yang sebenarnya.

“Intinya, kita harus tetap mengawasi putra-putri kita yang masih berusia dibawah 18 tahun. Karena pengawasan yang kita lakukan bukan hanya karena isu penculikan ini, tapi tetap mengawasi anak-anak kita dari pergaulan buruk, seperti seks bebas, judi, miras dan bahaya narkoba,” kuncinya seraya mengingatkan orangtua untuk selalu membekali dengan ajaran agama dengan takut akan Tuhan.

(budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here