Sikapi Aduan Warga Korban Bencana Banjir Manado 2014, Komisi D Turun Lapangan

0
307
DPRD Manado Komisi D saat menerima aspirasi warga korban bencana banjir Manado 2014.

MANADO- Persoalan pembagian dana bantuan untuk korban banjir Manado tahun 2014 lalu tak kunjung usai. Buktinya, hampir setiap hari Gedung DPRD Manado ramai dikunjungi warga Manado yang datang untuk menyampaikan aspirasinya ke wakil mereka yang duduk di legislatif.

Hari ini, Jumat (3/3/2017) pagi tadi, puluhan warga dari enam kelurahan di Manado beramai ramai bertamu ke Gedung Wakil Rakyat Manado. Pasalnya, kedatangan mereka ini untuk mengadu dan mempertanyakan kejelasan soal dana bantuan renovasi rumah mereka yang terkena bencana banjir ditahun 2014 lalu.

Warga yang datang ini berasal dari Kelurahan Pakowa, Kelurahan Tanjungbatu, Kelurahan Ranotana Weru, Kelurahan Ranotana, Kelurahan Paal 4 dan Kelurahan Malendeng.

Kedatangan mereka ke kantor DPRD Manado diterima oleh Wakil Ketua/ Sekretaris Komisi D Dijana Pakasi dan Sonny Lela di ruang kerja Komisi D DPRD Manado.

Warga mempertanyakan kejelasan soal dana bantuan untuk korban bencana banjir Manado di tahun 2014 lalu yang masih simpang siur.

” Kami sudah beberapa kali mengadu kesini (DPRD Manado) untuk mempertanyakan kejelasan penerimaan dana bantuan korban banjir 2014 lalu. Sampai saat ini kami belum menerimanya, padahal ada beberapa warga korban banjir yang se-lingkunganĀ  sudah menerima bantuan itu,” beber Ika (30) Warga Ranotana Weru Lingkungan I.

Hal senada juga disampaikan Bapak David (65) bahwa, segala prosedur untuk melengkapi data korban bencana banjir sudah dimasukan ke Kelurahan lewat Kepala lingkungan.

“Kami sudah memasukkan data yang waktu itu diminta oleh Kelurahan lewat Kepala Lingkungan. Akan tetapi kenyataannya, ada warga yang sudah menerima dana bantuannya dan ada yang belum menerima. Bagaimana sebenarnya kriteria penerima dana bantuan korban banjir? Ini terkesan pilih kasih,” kata purnawirawan TNI ini.

Sekretaris Komisi D DPRD Manado, Sonny Lela mengatakan bahwa pihak wakil rakyat sebagai pengemban amanat warga menerima segala bentuk aspirasi dan keluhan warga.

“Kami sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat akan selalu mengawal semua aspirasi dan keinginan warga. Kami akan menindaklanjuti semua keluhan warga dengan cara meninjau langsung dan turun ke lokasi korban bencana banjir. Akan kami kunjungi satu persatu rumah yang terkena bencana dan akan mendatanya,” tegas Lela.

Dikesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi D DPRD Manado Dijana Pakasi juga mengomentari permasalahan ini.

“Tolong siapkan segala data untuk bisa dijadikan bukti saat verifikasi nanti. Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Camat setempat. Kami akan meninjau langsung ke lokasi dan akan mendata bersama instansi terkait,” jelas Pakasi.

Usai menerima aspirasi warga, kerja cepat dan langsung merespon permasalahan langsung dilakukan Tim Komisi D DPRD Manado, dengan langsung turun ke lokasi korban bencana banjir 2014, Jumat (3/3/2017) siang tadi di Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil.

Dijadwalkan Senin (6/3/2017) depan, Tim Komisi D DPRD Manado dijadwalkan akan berkunjung ke Kelurahan Ranotana Weru Kecamatan Wanea untuk melakukan peninjauan.

(ebs)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here