Diduga Diserobot, Warga Tuntut Lahan Golf Hotel Casabaio Paradise Dibayar

0
384

Airmadidi, SulutAktual – Lahan Lapangan Golf milik Hotel Casabaio Paradise yang terletak di Desa Maen Kecamatan Likupang Timur (Liktim) Minahasa Utara (Minut) diduga masih bermasalah.

Pasalnya, sejumlah warga Desa Maen Kecamatan Liktim, Kamis (15/12) kemarin, menyambangi kantor DPRD Minut. Untuk menyampaikan aspirasinya dan meminta difasilitasi untuk pembayaran lahan yang belum tuntas hingga saat ini.

Hasbullah Sahibu warga Maen mengatakan, masalah ini sejak tahun 1991. Dimana pembebasan lahan yang sebagian sudah menjadi lapangan golf belum tuntas dari PT ASA sebelum diserahkan ke perusahaan Casabaio Korea.

“Sekitar 9 hektar yang belum diselesaikan PT ASA lalu. Kedatangan kami, sebagai masyarakat yang buta hukum, meminta DPRD agar bisa memfasilitasi bertemu dengan PT ASA,” kata Sahibu.

Lanjutnya, warga akan melakukan aksi demo untuk menuntut hak mereka. “Kita akan koordinasi rencana demo ini ke Polres Minut,” terang Sahibu.

Sementara itu, Arifin Pabicara, warga yang memiliki lahan tersebut menjelaskan, tanah mereka yang belum terbayarkan sekitar 6,3 hektar. “Kami berharap DPRD Minut bisa memfasilitasi¬† dan menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan kami,” ungkap Pabicara.

Snada disampaikan Hamid Pomatua, menurutnya selama ini dirinya keluar merantau dan baru mengetahui tanah miliknya sekitar 2,9 hektar sudah digunakan sebagian untuk lahan golf.

“Menurut pemerintah desa, pihak PT ASA sebelumnya sudah mencari tahu siapa pemilik lahan. Sayangnya, perusahaan langsung menggunakan lahan kami tanpa pemberitahuan,” jelas Pomatua.

Ketua DPRD Minut Berty Kapojos SSos yang menerima masyarakat Desa Maen mengungkapkan, pihaknya pasti menerima aspirasi mereka. “Kami akan tindak lanjuti, tetapi masyarakat harus menunjukkan bukti kepemilikan lahan tersebut. Dan akan turun bersama-sama menyampaikan aspirasi masyarakat Maen,” kuncinya.
(Marvil Kembuan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here